Aetheria The Chronicles of Ten Foundations “ Where Ten Principles Defi
Di awal waktu, ketika semesta masih berupa kekosongan yang sunyi, Sepuluh getaran agung membelah hening, menciptakan harmoni yang kita sebut kehidupan. Mereka adalah sepuluh tiang yang menopang langit dan menghujam inti bumi. Logam yang membentuk tekad, Suara yang mengalunkan nyawa, Es yang membekukan memori, Air yang mengalirkan takdir, Api yang membakar keputusasaan, Angin yang membawa kebebasan, Tanah yang menjadi pijakan janji, Petir yang mengejar masa depan, Cahaya yang menyingkap kebenaran, dan Kegelapan yang memeluk rahasia. Dunia mengagungkan mereka sebagai Sepuluh Prinsip Mutlak. Namun, di balik kejayaan setiap region, tersembunyi sebuah lubang yang terlupakan. Sebuah kekosongan yang tidak memiliki warna, tidak memiliki nada, dan tidak memiliki api. Mereka menyebutnya The Null. Si Hampa yang dianggap sebagai noda di atas peta yang sempurna. Tetapi ketahuilah, bahwa hanya di dalam cawan yang kosong, sepuluh elemen dapat bersatu. Hanya melalui tangan yang tidak menggenggam satu pun, seluruh dunia dapat dirangkul. Ketika menara putih Citadel mulai bergetar dan gerbang Aethel-Vara kembali memanggil, Sang Null tidak lagi berjalan dalam bayang-bayang. Sebab ketika sepuluh fondasi mulai retak, Hanya kekosonganlah yang mampu menyatukan kembali kepingan dunia yang pecah. Inilah awal dari kepulangan mereka. Inilah akhir dari sebuah pengasingan.
